Rabu, 01 Mei 2013

Wajah itu, Mengingatkan Kinar

Waktu itu setelah kuliah selesai, Kinar dan temennya Bila bergegas menuju tempat biasanya mereka nongkrong, yaitu di depan perpustakaan. Mereka berdua mahasiswa jurusan penidikan kimia disalah satu Universitas favorit di daerah Semarang. Mereka bertemu pada saat orientasi mahasiswa di Universitas tersebut. Tetapi pada saat itu keduanya belum saling mengenal satu sama lain. Barulah mereka akrab semenjak perkuliahan dimulai, hal ini dikarenakan mereka satu kelas dan asyik diajak ngobrol dan asal kota mereka pun sama. Saat di depan perpustakaan dengan membawa makanan yang dibelinya di kantin, mereka sedang asyik membicarakan suatu hal dengan ditemani cemilannya itu. Tiba-tiba mata Kinar tak konsen mendengarkan apa yang dibicarakan temannya Bila itu. Matanya terfokuskan pada seseorang yang belum dikenalnya. seseorang yang sekilas mirip dengan mantannya yang pernah meninggalkan dia saat SMA dulu. Sejenak nafasnya tak beraturan, mungkin dia teringat masa lalunya. Seseorang itu mengingatkan akan sebuah nama mantannya dulu sekaligus cinta pertama Kinar waktu SMA, yaitu Gio. Gio adalah lelaki yang dikenalnya saat mereka kelas 2 SMA, karena mreka sama-sama satu kelas. Tapi pada saat itu mereka belum saling kenal. Gio adalah seorang cowok yang menurut Kinar itu cowok yang imut, manis tapi memiliki postur agak kurus.Gio tergolong cowok yang pendiam dikelasnya dibanding teman-teman lainnya. Kedekatan mereka terjalin saat mereka duduk dikelas 3. Hal ini bermula dari message Gio yang terus-terusan memenuhi inbox HP Kinar. Entah darimana Gio mendapatkan nomor Kinar tapi inilah awal mula benih-benih cinta mereka tertanam. Dan hubungan mereka pun semakin dekat layaknya sepasang kekasih. Walaupun mereka satu kelas tapi tak ada satupun temannya yang mengetahui tentang hubungan mereka berdua. tetapi mereka selalu berkomunikasi dengan HP mereka, hal ini yang membuat mereka tambah saling suka dan mengagumi satu sama lain. Mereka berdua yang masih polosnya terus melanjutkan hubungan ini sampai akhirnya mereka terpisah antara ruang dan waktu tapi hubungan itu masih berlanjut. Setelah keduanya lulus sekolah, mereka pun memiliki tujuan yang berbeda. walaupun sebenernya keduanya pengen melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi. Tapi Gio sadar orang tuanya tidak mampu untuk membiayain uang kuliahnya nanti. Tapi hal ini tak mengurangi rasa cinta sekaligus rasa sayang mereka. Dan akhirnya Kinar yang diterima di perguruan tinggi disemarang itu mengambil jurusan pendidikin kimia. Sementara Gio dia lebih memilih bekerja untuk mencukupi kehidupan sehari-harinya dan keluarganya. Tapi entah kenapa hubungan itu berhenti dengan berjalannya waktu. mungkin karena keduanya jarang ketemu dan adanya jarak yang memisahkan mereka berdua, yang disesalkan Kinar adalah kenapa hubungan ini berhenti begitu saja tanpa adanya kata perpisahan. Hal itulah yang membuat hati Kinar sakit hati sampai saat ini dan ditambah lagi sekarang Gio sudah memiliki kekasih baru. Tak dapat dipungkiri sakit ini memang sakit dan ini juga yang pertama kali yang dialami Kinar. Dan wajah yang Kinar lihat di depan pepustakaan tersebut mirip wajah Gio. Rasa ingin menampar wajahnya karena saat itu Gio meninggalkannya begitu saja tampak jelas diwajah Kinar yang memerah tetapi tetap manis itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

http://4.bp.blogspot.com/-7B72IuUfGyU/Trndh8Fl_eI/AAAAAAAAABo/1TUl1jRCgf8/s1600/alat-pengolahan-kimia-pertambangan-0.jpg
Masuk